"Cukup !!! aku bukan pembunuh"
suara gadis yang terdengar histeris itu membuat kakaknya tersentak .
" jadi kalau kamu bukan pembunuh? siapa yang pantas untuk disalahkan?"
namun gadis itu hanya bisa menangis dan berlari kekamarnya.
"YaTuhan.. segini besarkah cobaan yang Engkau beri padaku?"
dia terus mengeluh dan terus menangisi kelahirannya didunia yang menurutnya kejam ini.
Dahulu saat ia berumur 5 tahun, ia dan kakaknya pergi berlibur disuatu tempat wisata, disaat mereka sedang bermain, ternyata Karin berlari menuju tempat penjualan IceCream. dari arah yang berlawanan ada sepeda motor yang melintas dengan cepat, mama yang menyadari hal itu langsung berlari kearah Karin dan menolak tubuh Karin, tapi dunia memang kejam, mamalah yang harus berkorban untuk kehilangan nyawanya demi Karin.
Sejak kejadian itu kakaknya yang dulu sangat mencintai adiknya itu, berubah menjadi sangat jauh berbeda, bahkan ia sekarang sangat membenci adik kandungnya, ia mengira bahwa adiknyalah pembunuh mama yang mereka cintai.
Namun tuhan memang sangat adil, ketika ada yang membenci, pasti tuhan akan mengirimkan seseorang untuk mencintai, percayalah tuhan akan berlaku adil kepada hambanya .
Raka adalah nama seorang lelaki yang mencintai Karin, namun Karin tidak menyadari hal itu.
sampai suatu ketika, disaat ia diperlakukan tidak baik oleh kakaknya, Raka ada untuk membantunya.
rasanya memang sakit ketika seorang kakak kandung, yang sangat ia sayangi begitu sangat membencinya.
sudah berbagai cara ia lakukan, agar kakaknya mau memaafkan nyaa. namun perjuangannya itu siasia.
sampai suatu ketika kakaknya mengalami sakit yang begitu keras, penyakit kanker hati itu telah lama dideritanya . dia berulang kali mencoba untuk berobat kemanapun asal ia selamat dan bisa sembuh kembali, begitu juga dengan papanya, tidak hentihentinya berusaha untuk anakpertamanya Sinta, meskipun ia sedang sakit, namun tetap saja rasa bencinya terhadap Karin tidak kunjung usai.
"Kakak mau aku buatkan air hangat untuk mandi?"
"tidak perlu! jagan sok baik!"
"kak tapi akukan berniat baik"
"pergi sana pembunuh!"
Seketika Karin menangis dan meninggalkan kakaknya, suatu saat tiba waktunya kakaknya akan dioperasi, pencangkokan hati, namun ternyata orang yang sudah berniat untuk memberika hatinya tersebut malah membatalkan kesepakatan tersebut, proses operasi pun tidak berjalan lancar, mendengar berita itu Karin diamdiam pergi dari rumah dan menuju rumah sakit.
dia mendatangi ruang dokter, dan menjelaskan maksud dari kedatangannya.
"Pak, pendonor hatinya sudah ada, mari kita lanjutkan proses pendonorannya pak"
"Allhamdulillah, ayo dok, cepat laksanakan!"
"baik pak"
Dan proses operasipun telah berjalan dengan lancar. sinta tidak mengetahui bahwa hatinya itu milik adik yang ia benci. satujam usai operasi, papa mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan. bahwa anak keduanya Karin, telah meninggal dunia. dengan tergesagesa ayahnya pulang kerumah, dan melihat rumah yang telah ramai dengan orang orang yang datang melayat, dilihatnya sosok Raka disana, papa langsung bergegas menemui Raka.
"Raka, bagaimana ini bisa terjadi?"
"maaf om, saya tidak mengetahu hal itu, maaf saya tidak bisa menjaga Karin"
"YaTuhan cobaan apa lagi ini?"
"om, ketika saya masuk kekamar karin, saya menemukan surat ini"
papa menerima surat itu, dan ketika ingin dibuka, bik sumi datang
"maaf tuan, sebelum karin memaksa pergi, dia menitipkan pesan, surat itu diberikan kepada non Sinta"
surat itupun disimpan papa.
proses pemakaman berjalan dengan lancar.
*7harikemudian*
Sinta telah siuman, dia sudah bisa tersenyum, namun dilihatnya papapnya menangis disampingnya
"pa, papa kenapa? bukannya harusnya papa terseyum bahagia melihat aku sehat kembali?"
"iya nak, papa bahagia" papa mencoba terseyum untuk sinta
"nah gitu dong pa"
"nak, ini ada surat dari adikmu Karin"
"buat apa pembunuh itu mengirimkan surat untuk aku? disaat seperti inipin dia tidak datang? dasar adik kurang ajar!" papanya hanya bisa terdiam saat Sinta mengoceh begitu kasar tentang adiknya
sintapun membuka surat itu
"Buat kakak Sinta tersayang, kaaak,, maafin aku yang sudah membunuh mama kita, namun itu semua bukanlah kehendakku, seperti kakak, akupun begitu mencintai mama.
kak, maaf sudah menjadi benalu buat kakak, maka aku pun bertekat untu kembali kepelukan mama saja, agar aku bisa meminta maaf, karena telah membunuhnyaa. jaga hatiku untuk papa kak.. aku sengang melihat kakak kembali sehat. aku sangat menyayangi kakak.. loveyou ..
Karin "
Sintapun menagis, dan menyal atas perbuatannya, Sinta dan papapun menuju kepemakan Karin, Sinta tidak habis fikir, adiknya akan berbuat senekat itu.
selesai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar